Assalamu'alaiku Wr. Wb.
Apa yang pertamakali ada di pikiran kalian saat mendengar kata " I B U " ????. Mungkinkan sosok yang bertanggung jawab ?, penuh kasih sayang ?, pemberi ?, penyuruh ?, atau mungkin seorang pemarah ?. Pastinya masih banyak lagi arti seorang ibu di dunia ini. Bahkan ibu juga bisa menjadi lambang surga, karena dalam Hadist Rasulullah SAW dikatakan ....
" Surga berada di bawah telapak kaki ibu ". Artinya jika kita taat kepada ibu, surga milik kita.
Apa yang pertamakali ada di pikiran kalian saat mendengar kata " I B U " ????. Mungkinkan sosok yang bertanggung jawab ?, penuh kasih sayang ?, pemberi ?, penyuruh ?, atau mungkin seorang pemarah ?. Pastinya masih banyak lagi arti seorang ibu di dunia ini. Bahkan ibu juga bisa menjadi lambang surga, karena dalam Hadist Rasulullah SAW dikatakan ....
" Surga berada di bawah telapak kaki ibu ". Artinya jika kita taat kepada ibu, surga milik kita.
Menurutku, kata " I B U " adalah sebuah kata yang memiliki berjuta arti, berjuta cerita, berjuta makna, berjuta gambaran yang tiada habisnya. karena seorang ibu adalah seorang perempuan dari seorang anak, baik secara biologis maupun sosial. Walaupun bukan seorang ibu kandung, panggilan ibu tentu boleh digunakan untuk orang yang kita sayangi ataupun orang yang telah memberikan kita ilmu pengetahuan. Seperti seorang guru perempuan yang ada di sekolah yang bisa kita panggil dengan sebutan ibu.
Di Indonesia sendiri banyak sekali panggilan untuk ibu, namun faktanya panggilan ibu justru bisa menjadi penggolong masyarakat. Panggilan " Mama / Mami " biasa digunakan untuk kalangan masyarakat berada, namun pada masyarakat biasa memanggil ibu mereka dengan panggilan sewajarnya yakni " Ibu ". Namun, biasanya kalangan masyarakat desa tradisional yang masih memegang teguh kebudayaannya seringkali memanggilkan ibu mereka dengan sebutan " Mak / Mbok / Simbok ", sangat tradisional sekali. Aku sendiri memanggil ibuku tersayang dengan panggilan " Ibuk ", apa panggilanmu kepada ibumu ?
Menurutku sendiri seorang ibu adalah seorang wanita yang terlahir dengan takdir yang besar, karena ia telah mengandung dan melahirkan kita, ia juga telah mengorbankan hidupnya untuk kita. Ibu adalah seorang yang kurindukan ketika ia tak ada di sisiku, terlepas dari peran seorang ayah untuk menafkahi kehidupan keluarga. Aku sangat menyayangi kedua orang tuaku, apalagi ibuku, namun apa yang telah kulakukan untuk membalasnya ?, aku belum melakukan apa apa yang berarti baginya. Namun beliau tetap mengganggapku telah melakukan hal hal yang membuatnya bahagia.
Ibuku adalah seorang pahlawan bagiku, beliau lahir pada tahun 29 Maret 1973, kini umur beliau sudah 41 tahun, sudah tua memang. Beliau adalah seorang sarjanah agama lulusan Universitas IAIN Sunan Ampel. Beliau adalah orang tua yang sangat baik, perhatian pada anak anaknya walaupun seringkali ketika kami membuat kesalahan yang menyebabkan beliau marah. Namun kami paham, bahwa beliau marah adalah untuk kebaikan kami sendiri. Beliau memiliki seorang anak dari perkawinannya dari ayah kami, yakni Aku dan Adik ku.
Jujur, aku dan Andi ( nama adikku ) adalah anak yang lumayan bandel pada masa kecil. Sifat kami juga agak berbeda, adikku lebih nakal ( kata ibuku ) daripada aku, namun ia juga nampaknya lebih aktif daripada aku. Beliau membesarkan kami dalam lingkungan kekeluargaan dan keagamaan yang baik. Sejak dini kami di didik untuk mempelajari Kitab Suci umat Islam yaitu Al-Qur'an. Kita juga di didik untuk sholat 5 waktu saat masih dini agar kelak kita besar tidak melupakan untuk menjalankan kewajiban umat Islam dalam beragama.
Ibuku adalah seorang pekerja keras yang setiap paginya bangun lebih awal dibanding anggota keluarga yang lainnya. Beliau bangun untuk membuatkan sarapan pagi untuk kami, dan juga bekal makan untuk adikku. Beliau juga melakukan tugas tugas rumah yang lain, seperti menyapu rumah dan mengepel lantai. Seringkali aku membantunya untuk menyapu lantai, namun terkadang beliau menolaknya, beliau menyuruhku untuk mendahulukan tugas tugasku dahulu.
Aku ingin sekali membahagiakan ibuku yang telah melahirkan, marawat, mendidik, dan menyayangiku selama ini. Selagi beliau masih hidup dengan keaadaan sehat wal'afiat aku akan mencoba membuatnya bangga terhadapku dan senang memiliki anak sepertiku. Aku tidak ingin beliau merasa sedih karenaku, karena ridhlo orang tua adalah ridhlonya Allah, jika aku membuat senang ibuku berarti aku juga menyenangkan Allah SWT.
Itulah pengartian ibu yang ada dalam pikiranku selama ini. Bagaimanakah pengertian ibu menurut pendapatmu ?, berikan komentarmu dibawah post ini untuk berbagi pengalaman dengan ibu kalian masing masing.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Ibuku adalah seorang pahlawan bagiku, beliau lahir pada tahun 29 Maret 1973, kini umur beliau sudah 41 tahun, sudah tua memang. Beliau adalah seorang sarjanah agama lulusan Universitas IAIN Sunan Ampel. Beliau adalah orang tua yang sangat baik, perhatian pada anak anaknya walaupun seringkali ketika kami membuat kesalahan yang menyebabkan beliau marah. Namun kami paham, bahwa beliau marah adalah untuk kebaikan kami sendiri. Beliau memiliki seorang anak dari perkawinannya dari ayah kami, yakni Aku dan Adik ku.
Jujur, aku dan Andi ( nama adikku ) adalah anak yang lumayan bandel pada masa kecil. Sifat kami juga agak berbeda, adikku lebih nakal ( kata ibuku ) daripada aku, namun ia juga nampaknya lebih aktif daripada aku. Beliau membesarkan kami dalam lingkungan kekeluargaan dan keagamaan yang baik. Sejak dini kami di didik untuk mempelajari Kitab Suci umat Islam yaitu Al-Qur'an. Kita juga di didik untuk sholat 5 waktu saat masih dini agar kelak kita besar tidak melupakan untuk menjalankan kewajiban umat Islam dalam beragama.
Ibuku adalah seorang pekerja keras yang setiap paginya bangun lebih awal dibanding anggota keluarga yang lainnya. Beliau bangun untuk membuatkan sarapan pagi untuk kami, dan juga bekal makan untuk adikku. Beliau juga melakukan tugas tugas rumah yang lain, seperti menyapu rumah dan mengepel lantai. Seringkali aku membantunya untuk menyapu lantai, namun terkadang beliau menolaknya, beliau menyuruhku untuk mendahulukan tugas tugasku dahulu.
Aku ingin sekali membahagiakan ibuku yang telah melahirkan, marawat, mendidik, dan menyayangiku selama ini. Selagi beliau masih hidup dengan keaadaan sehat wal'afiat aku akan mencoba membuatnya bangga terhadapku dan senang memiliki anak sepertiku. Aku tidak ingin beliau merasa sedih karenaku, karena ridhlo orang tua adalah ridhlonya Allah, jika aku membuat senang ibuku berarti aku juga menyenangkan Allah SWT.
Itulah pengartian ibu yang ada dalam pikiranku selama ini. Bagaimanakah pengertian ibu menurut pendapatmu ?, berikan komentarmu dibawah post ini untuk berbagi pengalaman dengan ibu kalian masing masing.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar